Usaha Mikro, kecil dan menengah adalah usaha yang mulai dari kekayaan bersih Rp 50 Juta sampai dengan Rp 10 Milyar

Membayar pajak adalah bagian penting untuk keberlansungan bisnis, dikarenakan tanpa membayar pajak, suatu bisnis akan sulit untuk tumbuh besar, mengapa begitu?

Pajak yang kita bayarkan, pada saat sekarang ini menjadi salah satu tolak ukur berjalan baik atau tidak nya bisnis kita yang dengan mudah diawasi oleh pemerintah dan digunakan sebagai data oleh pihak perbankan

Kebijakan Pajak UMKM

Pelaku bisnis UMKM yang mendapatkan peredaran bruto atau omset di bawah Rp 4,8 miliar per tahun wajib membayar Pajak Penghasilan (PPh) Final sebesar 0,5% dari keseluruhan jumlah omset. Besaran tarif pajak ini turun setengahnya dari peraturan sebelumnya sejumlah 1%.

Tarif pajak baru bagi bisnis UMKM ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2018 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan Dari Usaha yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak yang memiliki Peredaran Bruto Tertentu. PP tersebut menggantikan PP sebelumnya Nomor 46 Tahun 2013.

Ketentuan ini bisa berlaku untuk UMKM dengan omset tidak lebih dari Rp 4,8 miliar per tahun seperti usaha dagang, toko/kios/kelontong, pakaian, elektronik, bengkel, penjahit, warung atau rumah makan, salon, dan lain-lain. UMKM konvensional atau offline dan bisnis online, yang transaksi jual-belinya berlangsung di marketplace atau media sosial, pun bisa menikmati tarif pajak rendah ini.

Pajak Penghasilan (PPh) adalah pajak yang dikenakan pada penghasilan, baik penghasilan individu, badan, ataupun perusahaan. Penghasilan adalah tambahan kemampuan ekonomis seorang individu atau badan usaha yang bisa diperoleh dari dalam negeri ataupun luar negeri. PPh berlaku untuk berbagai bentuk UMKM, baik bentuk usaha konvensional yang memiliki bangunan fisik ataupun bentuk usaha online yang ruang transaksinya berwujud online karena berlangsung di e-commerce.

Lalu, pentingkah pembayaran Pajak Penghasilan (PPh) Final dengan tarif 0,5% bagi bisnis UMKM? Tentu saja penting. Selain berguna bagi keberlangsungan pembangunan nasional dalam memfasilitasi keperluan publik bagi masyarakat luas, PPh juga berguna di ruang internal usaha Anda. Berikut adalah beberapa keuntungannya:

  • Pembayaran pajak bisnis UMKM Anda menjadi jauh lebih mudah dan sederhana. Perhitungannya adalah sebagai berikut: Anda tinggal jumlahkan peredaran bruto atau omset dalam kurun waktu sebulan, kemudian dikalikan tarif pajak.
  • Dengan tarif pajak yang hanya 0,5%, beban pajak Anda sebagai pelaku UMKM bisa sedikit terkurangi. Imbasnya, Anda bisa mengembangkan usaha Anda lebih jauh lagi.
  • Tarif pajak yang begitu rendah tersebut bisa mendorong atau men-trigger Anda untuk lebih giat meraup untung lebih banyak lagi. Tarif 0,5% juga membuka peluang lebar bagi seseorang untuk berwirausaha. Dengan demikian, geliat ekonomi akan meningkat dan Anda akan memiliki kompetitor yang tentu saja akan memotivasi Anda untuk membuat inovasi atau terobosan baru lainnya.
  • Tarif pajak sebesar 0,5% bisa mendorong kepatuhan bayar pajak bagi para wajib pajak.
  • UMKM Anda bisa “naik kelas”. Maksudnya, setelah pembukuan keuangan perusahaan tersusun rapi dalam kurun waktu tertentu dan kepatuhan bayar pajak sudah baik, Anda punya peluang besar untuk mendapat modal pinjaman dari bank. Dengan demikian, Anda bisa melebarkan sayap bisnis Anda di hari mendatang.

Seperti yang telah sedikit disinggung sebelumnya, menghitung pajak UMKM cukup mudah. Anda tinggal harus menjumlahkan peredaran bruto usaha Anda atau omset selama satu bulan. Kemudian, angka yang didapat dikalikan tarif pajak 0,5%.

Kondisi 1

Pak Doni memiliki usaha kecil sebagai pedagang pakaian dengan omset sebulan sebesar Rp 15.000.000. Dengan omset sejumlah demikian, maka Pak Doni sudah tergolong sebagai wajib pajak yang memenuhi syarat untuk menggunakan Peraturan Pemerintah (PP) Tahun 2018. Perhitungan pajaknya adalah sebagai berikut:

  • Pajak per bulan: 0,5% x Rp 15.000.000 = Rp 75.000
  • Pajak per tahun: Rp 75.000 x 12 = Rp 900.000
  • Pak Doni bisa memanfaatkan tarif pajak rendah ini selama 7 tahun. Setelah itu, Pak Doni berkewajiban untuk membayar pajak dengan tarif umum sesuai Undang-Undang PPh.

Sebagai catatan, penggunaan tarif istimewa setengah persen ini memang ada batas waktunya sesuai dengan PP Nomor 23 Tahun 2018. Bagi wajib pajak pribadi, aturan ini bisa berlangsung selama 7 tahun. Untuk wajib pajak badan berbentuk koperasi atau firma bisa berlangsung selama 4 tahun. Sementara untuk wajib pajak badan berbentuk Perseroan Terbatas (PT) hanya berlangsung selama 3 tahun saja.

Kondisi 2

Apabila bisnis Pak Doni ternyata di tahun pertama atau kedua belum mendapat keuntungan atau masih rugi, Pak Doni bisa menyampaikan pemberitahuan kepada Direktorat Jendral Pajak untuk tidak dipungut pajak

Kondisi 3

Pak Doni memiliki omset usaha senilai Rp 700.000.000 per tahun. Namun ternyata istri Pak Doni juga memiliki usaha sendiri yang per tahunnya bisa memperoleh omset sebesar Rp 500.000.000. Lalu, keduanya juga belum dikaruniai seorang anak. Bagaimana cara menghitungnya?

Cara menghitungnya bisa dilakukan dengan dua cara, yakni Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) suami istri tersebut bisa digabung ataupun dipisah. Berikut contohnya:

NPWP digabung

  • Omset suami: Rp 700.000.000
  • Omset istri: Rp 500.000.000
  • Omset suami dan istri digabung: Rp 700.000.000 + Rp 500.000.000 = Rp 1.200.000.000
  • PPh suami dan istri: 0,5% x Rp 1.200.000.000 = Rp 6.000.000 (per tahun)
  • PPh per bulan: Rp 6.000.000 : 12 = Rp 500.000

NPWP dipisah

  • Omset suami Rp 700.000.000
  • PPh per tahun: 0,5% x Rp 700.000.000 = Rp 3.500.000
  • PPh per bulan: Rp 3.500.000 : 12 = Rp 291.666,67 (dibulatkan menjadi Rp 291.670)
  • Omset istri: Rp 500.000.000
  • PPh per tahun: 0,5% x Rp 500.000.000 = Rp 2.500.000
  • PPh per bulan: Rp 2.500.000 : 12 = Rp 208.333,33 (dibulatkan menjadi Rp 208.335)

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan secara singkat  untuk menghitung pajak bagi UMKM  dengan tarif 0,5% dari usaha anda

Apabila ada pertanyaan seputaran pajak dan keuangan, Loyagami Life dapat dapat membantu anda melalui bot assistant setiap saat

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x