Skip to main content

Ketika perusahaan berusaha untuk pulih setelah melewati tahun 2020 yang penuh kesulitan, maka tujuan utama perusahaan adalah agar dapat melakukan banyak dengan biaya yang lebih sedikit

Anggaran keuangan yang membengkak serta sumber daya manusia mengalami tekanan maupun beban kerja yang lebih sulit selama masa pandemi ini terlihat jelas di berbagai perusahaan. Di masa yang penuh dengan tantangan ini, perusahaan perlu berpikir kritis perihal fokus pada bisnis inti yang berkaitan dengan bagaimana mengoptimalkan proses atau aktivitas yang menghasilkan pendapatan, dan merampingkan berbagai proses lainnya yang tidak begitu signifikan. Cara paling efektif untuk memangkas biaya bukanlah dengan mengurangi pengeluaran, melainkan meningkatkan efisiensi.

Ketimbang memberikan beban kerja ke sumber daya internal yang berlebihan – yang hanya akan mengakibatkan penurunan produktivitas secara keseluruhan – maka langkah yang jauh lebih cerdas adalah mendayagunakan Business Process Outsourcing (BPO) ke dalam perusahaan.

Kombinasi Kemampuan Internal dan Eksternal

Untuk mengalihdayakan beberapa pekerjaan digital atau elektronik kepada pihak ketiga yang pada umumnya dilakukan di lokasi lain tidaklah sulit tetapi akan menjadi cukup sulit untuk beberapa proses bisnis yang masuk dalam kategori kritikal dalam mendukung keberlansungan usaha, karena yang menjadi pertanyannya adalah apakah pihak ketiga sebagai perusahaan alih daya dapat melakukan lebih baik daripada dilakukan secara internal, oleh karena itu yang menjadi pertanyaan penting adalah proses mana yang dapat di alih dayakan dan yang mana tidak.

Berbagai fungsi non-inti tetapi tetap penting untuk mendukung operasional bisnis merupakan proses yang ideal untuk di alih dayakan. Proses bisnis yang ideal untuk dialihdayakan meliputi dukungan pelanggan, pengemasan, perakitan, kesehatan dan keselamatan, pengendalian persediaan, pengiriman, pencatatan keuangan, pelaporan eksekutif dan penggajian. Meskipun mungkin ada beberapa kekhawatiran mengalih dayakan beberapa proses bisnis kepada perusahaan lain apakah bisa berjalan dengan baik, maka hal penting untuk diingat bahwa isu ini akan diatur oleh Jaminan Tingkat Layanan atau Service Level Agreement (SLA) ke depannya.

Jaminan tingkat layanan atau Service Level Agreement mendefinisikan secara jelas peran, tanggung jawab dan hasil hasil yang diharapkan dari alihdaya bisnis. Selain itu, model BPO didasarkan pada konsep bagaimana memaksimalkan output dengan meminimalkan input , yang berarti fungsi inti penyedia BPO adalah membantu perusahaan lain meningkatkan output

Kebutuhan BPO Saat Ini

Di masa-masa sulit seperti sekarang ini, hal pertama yang perlu dilakukan perusahaan adalah dengan melihat arus kas dan bagaimana dapat melakukan penghematan pengeluaran dan menghilangkan belanja modal walaupun kedua hal ini tetap diperlukan untuk pengembangan bisnis yang relevan dengan kondisi pandemi sekarang ini. Dengan mengalih dayakan beberapa proses penting di dalam operasional, maka perusahaan dapat mengambil langkah-langkah penghematan biaya untuk memastikan kelangsungan bisnis. Hal Ini sangat penting di masa sekarang dengan begitu banyaknya ketidakpastian di dalam dunia usaha. Pengalihdayakan proses bisnis atau Business Process Outsourcing (BPO) dapat memberikan perusahaan banyak manfaat.

Dimungkinkannya penghematan uang, sumber daya, dan waktu yang berharga, dapat memampukan karyawan inti perusahaan untuk fokus pada hal-hal yang menjadi spesialisasi mereka. Manfaat lain yang juga dapat dinikmati oleh perusahaan adalah dapat memanfaatkan layanan alih daya bisnis untuk tetap dapat memenuhi permintaan pasar akan suatu produk maupun layanan yang masih belum bisa dipastikan kelanggengannya di masa depan

Organisasi yang memilih untuk melakukan outsourcing proses bisnis bisa mendapatkan keahlian yang mendorong efisiensi bisnis di seluruh mata rantai operasional. Manfaat lainnya termasuk pengurangan biaya melalui perbaikan proses dan rekayasa ulang untuk mengendalikan biaya administrasi dan produksi.  Perpindahan komponen biaya dari biaya tetap menjadi biaya variabel dengan membayar hanya untuk layanan yang diperlukan.  Tim manajemen  dapat memiliki kapasitas untuk menghabiskan lebih banyak waktu bagi pengembangan bisnis.

Mengalihdayakan proses bisnis non-inti juga akan memberi waktu dan sumber daya agar dapat fokus pada aktivitas yang menghasilkan pendapatan, seperti mendorong penjualan, mengembangkan produk baru, dan penyempurnaan layanan, yang semuanya mengarah pada peningkatan layanan dan kepuasan pelanggan.

Mitigasi Resiko

Yang juga tidak kalah pentingnya, mengalih dayakan bisnis merupakan strategi mitigasi risiko yang penting dalam menangani risiko akan fluktuasi tenaga kerja , serta masalah kesehatan dan keselamatan. Disaat dunia bisnis dalam proses penyesuaian diri dengan realitas baru Covid-19, kemampuan agar dapat  mengalihdayakan “risiko” adalah taktik bertahan hidup yang sangat penting yang dapat digunakan perusahaan.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x